Articles


Partisipasi Kirana Megatara dalam Jakarta Food Security Sumbit (JFSS) 2018

Pada tanggal 8 – 9 Maret 2018, Kirana Megatara (KM) Group berpartisipasi dalam kegiatan Jakarta Food Security Submit di JCC Senayan – Jakarta. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh para pelaku usaha sebagai salah satu upaya berkesinambungan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas para petani, serta menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, pihak swasta, organisasi, masyarakat, petani, dan kalangan akademik. Tema yang diangkat dalam kegiatan JFSS tahun ini adalah “Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan.”

 

Dikutip dari Bisnis.com, wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan Frankie O. Widjaja mengatakan tema ini diambil untuk mendorong iklim usaha di Indonesia terkait dengan upaya ketahanan pangan agar semakin kondusif. Tak hanya melibatkan pemerintah, kegiatan JFSS ini juga dilengkapi dengan pameran produk komoditas pangan nasional dan inovasi teknologi pembiayaan pertanian terkini.

 

Petani binaan KM Group Dartono (kiri) sedang menyampaikan harapannya kepada Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (kanan)

 

KM Group pun turut membuka booth di kegiatan JFSS. Perusahaan berharap dengan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, permasalahan komoditas karet yang salah satunya adalah peremajaan kebun karet rakyat dapat mendorong terbitnya kebijak an pemerintah atau peraturan presiden mengenai penggalangan dana untuk peremajaan dalam skema BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan).

 

Dalam booth itu, KM Group menampilkan data luas perkebunan serta perbandingan harga karet petani di tahun 1970, 2017, dan masa sekarang. Juga, perusahaan menghadirkan dua orang dari kelompok tani (poktan) binaan perusahaan yaitu Endro Wibowo dari Muara Enim dan Dartono dari Musi Banyu Asin - Sumatera Selatan untuk berbagi pengalaman terkait manfaat menjalin kemitraan dengan pihak swasta dan menyampaikan harapannya kepada pemerintah terkait industri karet. 

 

Menurut Endro, menekuni pekerjaan sebagai petani karet, bukan tanpa halangan. Sebelum bermitra dengan KM Group, ia tidak memiliki akses untuk memasarkan hasil karet yang dimiliki selain ke tengkulak. Situasi ini pun berubah sejak Endro bergabung pada tahun 2015. KM Group secara aktif memberikan pembinaan kepada para petani secara gratis, mulai dari pemilihan bibit yang baik, pengolahan karet yang benar, serta pemasaran dengan jaminan harga yang pasti.

 

Saat ini, Endro Wibowo telah memiliki lahan karet seluas 1 ha dengan usia pohon 4 tahun, ½ ha ditanami pohon berusia 2 tahun, sementara 1 ha lainnya baru di-replanting atau peremajaan pohon. Beliau berharap bahwa petani lain mau bekerjasama dengan pihak swasta sehingga hasil produksi yang dihasilkan dapat meningkat dan berkualitas. “Bersama KM Group saya bersama dengan petani lain mampu untuk meningkatkan kualitas lateks karet yang dihasilkan. Saya selaku perwakilan dari teman-teman petani berharap pembinaan ini akan terus berlanjut dan re-planting dapat dilakukan. Terimakasih atas pembinaan yang diberikan oleh KM kepada petani karet Indonesia,” tutupnya. (Diolah dari beberapa sumber/ Foto: Sourcing)